Terkait Al Maidah 51, Ini Pernyataan Ahok Sebenarnya Yang Tidak Dipotong-potong

Dan ternyata tidak seburuk versi yang tersebar di sosial media.

Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan Ahok menghina Al Qur'an, terutama surat Al Maidah 51, tersebar di internet, salah satunya yang ini

Di dalam video berdurasi 30 detik ini terdengar Ahok mengatakan, "Bapak Ibu gak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongi pake surat Al Maidah 51 macem-macem itu. Itu hak Bapak Ibu ya. Jadi kalau Bapak Ibu perasaan gak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya. Gak papa, karena ini kan panggilan pribadi Bapak Ibu. Program ini jalan saja. Jadi Bapak Ibu gak usah merasa gak enak dalam nuraninya gak bisa milih Ahok."

Meski begitu, berbagai reaksi tetap bermunculan, dan kebanyakan diantaranya bernada negatif

Image via twitter

Image via twitter

Image via twitter

Ahok sendiri menyatakan bahwa dirinya tidak berniat menghina ayat suci, dia hanya tidak suka jika ayat suci dipolitisasi

Seperti dikutip detik.com, Ahok mengatakan bahwa dirinya "tidak berniat melecehkan ayat suci Alquran, tetapi saya tidak suka mempolitisasi ayat-ayat suci, baik itu Al-Quran, Alkitab, maupun kitab lainnya." Dirinya juga menganjurkan masyarakat menonton video lengkapnya yang tidak dipotong-potong.

Ahok juga menganjurkan menonton video yang tidak dipotong lewat akun instagramnya

Image via Instagram/basukibtp

Lalu seperti apa pernyataan tersebut sebelum dipotong-potong?

Berikut video lengkapnya yang diunggah di laman Youtube Pemprov DKI. Bagian yang berisi pernyataan Ahok tentang surat Al Maidah 51 ada di menit 23 - 25.

Transkrip utuh pernyataan tersebut: "Jadi bapak ibu enggak usah khawatir, ini pemilihan kan dimajuin. Jadi kalau saya tidak terpilih pun bapak ibu, saya berhentinya Oktober 2017. Jadi kalau program ini kita jalankan dengan baik pun, bapak ibu masih sempat panen sama saya sekalipun saya tidak terpilih jadi gubernur.

Jadi saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat
. Jadi enggak usah pikiran ‘Ah nanti kalau enggak kepilih pasti Ahok programnya bubar’. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang.

Kan
bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho. Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja.

Jadi
bapak ibu enggak usah merasa enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa pilih Ahok, enggak suka sama Ahok nih. Tapi programnya, gue kalau terima, gue enggak enak dong sama dia. Kalau bapak ibu punya perasaan enggak enak nanti mati pelan-pelan lho kena stroke."

Di dalam video yang tidak dipotong terlihat bahwa pernyataan Ahok sebenarnya lebih fokus pada anjuran untuk tidak perlu merasa bersalah jika tidak memilihnya, terutama untuk masyarakat yang menyukai program Ahok namun tidak mau memilihnya karena alasan agama

Video ini sendiri sebenarnya diambil pada tanggal 30 Maret 2016 lalu saat Ahok mengunjungi Kepulauan Seribu untuk mensosialisasikan rencana pembuatan fasilitas koperasi dan fasilitas di daerah tersebut.

Ahok saat mengunjungi Kepulauan Seribu bulan Maret lalu

Image via detik.com

Walaupun demikian, sejumlah pengacara sudah melaporkan Ahok ke Bareskrim

Seperti dilaporkan detiknews.com sejumlah pengacara dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) bersama Novel Bakmumin mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Ahok hari Kamis 6 Oktober kemarin. Tuduhan yang ditujukan kepada Ahok dalam laporan tersebut adalah penistaan agama.

Tidak hanya itu, puluhan ribu orang juga telah menandatangani petisi agar Ahok tidak melecehkan ayat Al Qur'an

Image via change.org

Hingga saat berita ini ditulis, petisi yang ditulis oleh Irfan Noviandana ini telah ditandatangani lebih dari 56 ribu kali dan hanya membutuhkan sekitar 18 ribu tandatangan lagi untuk memenuhi target 75 ribu tanda tangan.

Ironisnya, walaupun klaim yang mengatakan Ahok melecehkan surat Al Maidah 51 berdatangan, ahli tafsir justru mengatakan banyak yang salah mengartikan ayat tersebut

Prof. Quraish Shihab

Image via tribunnews.com

Meskipun kebanyakan orang mengartikan surat ini sebagai larangan memilih pemimpin kafir, ahli tafsir Prof. Quraish Shihab memiliki pandangan lain. Menurutnya, surat ini erat kaitannya dengan petunjuk di surat-surat sebelumnya. Karenanya, pembahasannya tidak dapat dipenggal-penggal.

Seperti dikutip islamindonesia.id, Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa untuk hubungan antar manusia, memilih penganut agama lain yang berjuang untuk kemaslahatan bersama tidaklah dilarang. Contohnya adalah memilih dokter, pilot, atau gubernur dari golongan non-muslim. Yang dilarang, menurut Quraish Shihab, adalah melebur hingga tidak ada lagi perbedaan kepribadian dan keyakinan.

Bagaimana pendapatmu? Ahok hina ayat Al Qur'an atau justru ini cuma kampanye hitam? Beritahu kami di kolom komentar ya.

Jangan lupa like Facebook, follow Twitter, dan Subscribe Newsletter SAYS Indonesia untuk berita terbaru lainnya setiap hari

Leave a comment