Salat Tarawih Cuma 20 Detik Per Rakaat Mustahil? Tidak Untuk Masjid Pondok Pesantren Ini

Kurang lebih hanya 15 menit untuk 23 rakaat.

Enlarge text
Cover ImageCover image via tribunnews.com

Masjid yang berlokasi di Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam, Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ini hanya butuh kurang lebih 15 menit untuk menyelesaikan salat tarawih dengan total 23 rakaat

Setiap harinya, jamaah yang menunaikan ibadah tarawih di masjid ini bisa mencapai 5000 orang dengan mayoritas anak muda yang berasal dari wilayah Kediri, Blitar, dan Tulungagung. Dengan durasi demikian, ibadah yang terdiri dari 20 rakaat untuk salat Tarawih dan 3 untuk salat Witir itu berarti hanya membutuhkan kurang lebih 20 detik setiap rakaatnya.

Image via SAYS Indonesia

Berita ini pertama kalinya di muat dalam pemberitaan [NU Online] (http://www.nu.or.id/post/read/60340/inilah-shalat-tarawih-tercepat-di-dunia) pada 22 Juni 2015 dan kembali menjadi buah bibir di dunia maya sejak beberapa hari lalu

Salah satunya adalah akun Facebook [Kampung Arab Pare] (https://www.facebook.com/386424291555963/videos/503603049838086/) berikut yang mengunggah kembali video dokumentasi salat tarawih 'tercepat di dunia' tersebut. Video diunggah pada Senin, 6 Juni 2016 lalu dengan, sejauh ini, 7000 *shares* dan lebih dari 250ribu penonton.

Pelaksanaan salat Tarawih secara kilat itu sudah berlangsung secara turun-temurun dari generasi ke generasi sejak pesantren tersebut didirikan oleh KH Abdul Ghofur sekitar 160 tahun lalu

"Saya ini hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh para sesepuh. Kami tidak berani mengubahnya," kata KH Diya'uddin Az-Zamzami, salah seorang pengasuh pesantren Mambaul Hikam kepada NU Online.

Pihak mesjid juga mengungkapkan bahwa hal ini bisa dilakukan karena imam (pemimpin) salat hanya membacakan doa yang wajib-wajib seperti niat, takbirotul ihram, surat Al-Fatihah serta ayat pendek Al-Qur'an lainnya hingga salam terakhir.

"Doa ruku', kita singkat cukup 'Subhanallah. Lainnya hanya Allah-Allah saja.Tahiyat akhir juga hanya sampai bacaan shalawat untuk nabi Muhammad kemudian salam," tambah seorang seorang jamaah Masjid di sana.

Bagaimana menurutmu?

Lainnya dari SAYS Indonesia:

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: