Inilah 7 Mitos Tentang Gigi Yang Sayangnya Masih Dipercaya Banyak Orang Indonesia
Dan tahukah anda kalau beberapa diantaranya tidak membuat gigi sehat tapi malah merusaknya?
Cover image via SAYS IndonesiaPernah mendengar tentang gigi susu yang lepas harus dilempar ke atas genting agar gigi yang menggantikan bisa tumbuh sempurna?
Kenyataannya adalah dilempar atau tidaknya gigi susu ke atap tidak ada hubungannya dengan pertumbuhan gigi yang menggantikan. Meski begitu, masih banyak masyarakat yang mempercayai hal ini. Tidak hanya itu, masyarakat Indonesia bahkan mengajarkan ini kepada anak-anak. Hal ini dapat menjadi masalah karena anak-anak akan meyakini bahwa pertumbuhan gigi yang sehat adalah karena gigi yang dilempar, bukan karena dirawat.
Image via SAYS Indonesia
Dan tahukah anda selain lempar gigi ke genting, terdapat setidaknya 7 mitos lain yang juga masih diyakini masyarakat hingga saat ini? Atau jangan-jangan anda juga masih percaya mitos-mitos ini?
1. Semakin keras menyikat gigi, semakin baik
Sikat gigi adalah waktunya membalas dendam kepada bakteri yang sering mengganggu gigi anda, ya kan? Jadi, balas saja sekeras-kerasnya! **SALAH! Menyikat gigi terlalu keras tidak akan membuat gigi anda lebih bersih dibanding menyikat gigi secara normal**. Menyikat gigi terlalu keras justru dapat mengikis email gigi. Jika diteruskan, gigi dapat menjadi tipis dan rapuh. **Cara yang benar adalah menyikat gigi dengan pelan namun agak lama**. Anda juga bisa memilih sikat gigi yang lembut untuk mengurangi resiko terkikisnya email gigi.
Image via SAYS Indonesia
2. Yang membuat gigi berlubang kan gula, jadi kalau minum soda rendah gula tidak masalah kan?
Semenjak kecil masyarakat Indonesia terbiasa diajarkan bahwa makanan yang mengandung gula bisa mengakibatkan gigi berlubang. Benar, namun **yang harus disadari juga adalah gula tidak hanya berasal dari makanan seperti permen, coklat, dan kue saja**. Makanan yang mengandung karbohidrat juga dapat terurai menjadi gula jika berada terlalu lama di rongga mulut. Tidak hanya itu, minuman yang mengandung asam seperti soda atau jus jeruk juga tidak kalah berbahaya untuk gigi. Pastikan anda menggunakan sedotan saat mengkonsumsinya agar gigi anda tidak mengalami kontak terlalu lama dengan minuman asam seperti ini.
Image via SAYS Indonesia
3. Tapi gigi saya kan putih, jadi sudah pasti sehat
TIDAK JUGA. Walaupun gigi putih seringkali mengindikasikan gigi yang sehat dan terawat, tapi **warna saja tidak bisa menunjukkan ada tidaknya infeksi atau lubang diantara gigi**. Selain itu seorang dokter gigi selebriti terkemuka di Beverly Hills, California, Amerika Serikat, Dr. Kourosh Maddahi, menjelaskan kepada [Medical Daily] (http://www.medicaldaily.com/oral-hygiene-6-dental-care-myths-may-be-killing-your-pearly-whites-306697) bahwa **warna alami gigi setiap orang berbeda-beda**. Gigi lebih sehat bisa saja memiliki warna yang lebih gelap dibanding gigi yang bermasalah. Dr. Kourosh juga menambahkan bahwa seiring bertambahnya usia, gigi memang cenderung menjadi lebih gelap, namun hal ini tidak selalu berarti gigi tersebut menjadi tidak sehat.
Image via SAYS Indonesia
4. Kalaupun nanti sakit gigi, kan tinggal tempel aspirin di gigi yang sakit
Kan yang sakit giginya, tentu obat lebih cepat bereaksi kalau langsung diletakkan di sumbernya, ya kan? Sayangnya, **INI SALAH. Agar dapat bekerja, aspirin harus berada dalam aliran darah**. Artinya aspirin harus diminum, bukan diletakkan di gigi. Selain itu, aspirin juga mengandung asam. Karena kandungan asam ini, **aspirin yang diletakkan di rongga mulut justru dapat merusak jaringan gusi**.
Image via SAYS Indonesia
5. Kenapa susah sih, yang penting kan sikat gigi terus
Walaupun menyikat gigi adalah cara untuk membersihkan gigi yang paling umum, menyikat gigi saja sebenarnya tidak cukup. **Di dalam rongga mulut terdapat banyak bagian yang tidak bisa dicapai sikat gigi** dengan mudah, salah satunya adalah sela-sela gigi. Bahayanya, justru sela-sela gigi ini adalah bagian yang paling rentan terhadap tumpukan bakteri.
Salah satu cara yang biasa digunakan untuk membersihkan sela-sela gigi adalah menggunakan dental floss
*Dental floss* adalah benang tipis dan halus yang terbuat dari nilon atau plastik untuk membersihkan plak dan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi. Sayangnya, menggunakan *dental floss* tidak semudah kelihatannya. **Penggunaan yang salah dapat melukai gusi bahkan hingga mengakibatkan gusi mengeluarkan darah**.
Cara yang lebih mudah adalah dengan menggunakan pasta gigi yang mampu membersihkan hingga ke sela-sela gigi
Colgate Total Charcoal Deep Clean ini misalnya. Karena formulanya yang mengandung partikel arang (*charcoal*) mikro, pasta gigi ini mampu membersihkan sela-sela gigi dan mengurangi menumpuknya bakteri di dalamnya.
Image via Colgate
6. Tapi percuma… walaupun dirawat, kalau turunan dari orang tua sudah keropos ya gigi saya tetap saja keropos
Yang ini separuh benar dan separuh salah. **[Para ahli] (http://edition.cnn.com/2014/07/03/health/tooth-decay-causes/) memang mengatakan bahwa sebagian masalah gigi bisa diakibatkan karena faktor genetik**. Beberapa orang memang terlahir memiliki email gigi yang lebih tebal. Beberapa yang lainnya memiliki air liur dengan enzim yang lebih kuat sehingga mampu mengurai kalsium dan potasium dari makanan dengan lebih baik. Kedua zat ini merupakan zat yang dibutuhkan untuk kekuatan gigi.
Walaupun begitu, Kepala Departemen Kesehatan Gigi Umum Universitas Pittsburgh, [Robert J. Weyant] (http://edition.cnn.com/2014/07/03/health/tooth-decay-causes/), mengatakan bahwa walaupun 60% kasus kerusakan gigi adalah karena faktor genetika, **namun 40% lainnya adalah karena kurangnya perawatan dan kebiasaan buruk**. Hal ini termasuk kebiasaan merokok, makanan yang dikonsumsi, sering tidaknya menyikat gigi, dan lain lain.
Image via Youtube/ViralVideo.Club
7. Dan terakhir… periksa gigi ke dokter itu buang-buang uang, apalagi kalau sedang tidak sakit gigi
Untuk apa membenarkan yang tidak rusak? Lagipula periksa gigi ke dokter gigi itu mahal, dan kata orang rasanya perih. Kan takut! Baik, pertama-tama **proses pemeriksaan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi itu rasanya tidak perih**. Memang terkadang obat bius harus disuntikkan ke gusi, tapi ini hanya untuk kasus yang parah saja. Biasanya periksa gigi hanya berupa *scaling* untuk membersihkan plak yang menempel di gigi. Dan proses ini tidak perih sama sekali. Biayanya pun tidak mahal, terutama karena periksa gigi hanya perlu dilakukan setiap enam bulan sekali.
Image via SAYS Indonesia
